Latest Movie :
Postingan Hari ini

Menggunakan Modem USB smartfren di RB751U-2HnD

Tutorial Cara Menggunakan Modem USB Smartfren di Mikrotik RB751U-2HnD

Tutorial Cara Menggunakan Modem USB Smartfren di Mikrotik RB751U-2HnD - Sebenarnya pada artikel sebelumnya sudah pernah dibahas tentang Tutorial Share Koneksi Internet Modem USB dengan Mikrotik dengan modem Sierra dan kartu GSM 3. Nah, kali ini kita akan bahas hal yang sama menggunakan Modem Huawei dan kartu Smartfren. Sebelum kita mulai, sebaiknya anda baca dulu tutorial ini  Tutorial Share Koneksi Internet Modem USB dengan Mikrotik.
Oke, kita mulai belajar mikrotik untuk mengkoneksikan modem smartfren dengan Mikrotik RB751U-2HnD. Sebelumnya silakan cek apakah Modem Smartfren anda sudah support dan dikenali oleh Mikrotik. Cek disini ya.
1. Tancapkan modem Smartfren nya ke port USB Mikrotik, kemudian buka Winbox.
2. Cek apakah USB Modem sudah terhubung dan dikenali oleh Mikrotik nya, buka menu System --> Resource --> USB
3. Jika nama modem tidak muncul di daftar USB mungkin modem nya belum tertancap sempurna atau modem belum dikenali oleh Mikrotik.
4.  Masuk ke menu Interface, akan muncul interface ppp-out1 secara otomatis. 
5. Buka setingan interface itu, anda bisa memberi nama interface nya misalkan SmartFren dan klik opsi Advanced Mode untuk membuka setingan advanced lainnya.
  
6. Yang perlu diperhatikan pada tab General yaitu Port nya, pastikan port yang digunakan sesuai dengan port modem nya (usb1).
7. Masuk ke Tab PPP, isikan opsi berikut :
Phone --> #777
Dial Command --> ATDT
User --> smart
Password --> smart
8. Klik Apply, lihat status dari koneksi PPP itu di pojok kanan bawah. Pastikan status nya connected yang berarti modem sudah konek.
9. Setelah modem berhasil konek, maka secara otomatis interface PPP dengan nama SmartFren itu akan mendapatkan IP Address Dynamic.
  
10. Jangan lupa membuat rule NAT Masquerade untuk interface PPP dengan nama SmartFren tadi.
11. Set juga DNS Server nya
12. Coba ping dari terminal Mikrotik nya misal ping ke google.com. Kalo berhasil berarti sudah bisa dipakai untuk browsing.
13. Sekarang terserah anda mau share koneksi internet nya via kabel LAN atau Wireless. Jangan lupa set IP address interface yang mau digunakan ya.
14. Jika ingin membuat Hotspot via Wireless, silakan anda baca tutorial ini Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot Mikrotik.
Oke cukup sekian saja Tutorial Mikrotik Indonesia tentang Tutorial Cara Menggunakan Modem USB Smartfren di Mikrotik RB751U-2HnD. Tutorial ini bisa anda terapkan juga dengan modem lain dan kartu lainnya. Semoga bermanfaat :)

Management Bandwith menggunakan layer 7

Tutorial Bandwidth Mikrotik : Limited Download, Unlimited Browsing Menggunakan Layer 7

Limited Download dan Unlimited Browsing adalah salah satu teknik manajemen Bandwidth yang efektif untuk membagi bandwidth secara adil. Karena, jika bandwidth download tidak dibatasi, maka akan menggangu kecepatan internet pengguna lain dalam satu jaringan. Akibatnya, jika ada beberapa pengguna yang melakukan download apalagi menggunakan IDM, maka pengguna lain yang cuma browsing tidak kebagian bandwidth.
Nah, untuk mengatasi hal ini, maka teknik Limited Download dan Unlimited Browsing ini kita terapkan. Pada Mikrotik, teknik ini bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satu cara yang simpel dan efektif adalah menggunakan filter Layer 7 Protocol. Yang belum tau apa itu Layer 7 Protocol, silakan baca disini.
1. Buat daftar extensi file yang masuk filter download di Layer 7 protocol. Silakan copy dan paste script berikut ke Terminal Mikrotik kemudian tekan enter. Jika ekstensi file nya dirasa kurang banyak silakan ditambahkan sendiri.
/ip firewall layer7-protocol

add comment="" name=donlotan regexp="^.*get.+\\.(exe|rar|zip|7z|cab|asf|mov|wmv\

    |mpg|mpeg|mkv|avi|flv|pdf|wav|rm|mp3|mp4|ram|rmvb|dat|daa|iso|nrg|bin|vcd|\

    mp2|3gp|mpe|qt|raw|wma|ogg|doc|deb|tar|bzip|gzip|gzip2|0[0-9][0-9]).*\$"
2. Buat Firewall Mangle untuk menandai paket yang mau dilimit. Silakan copy paste juga script berikut ini ke Terminal dan tekan enter. Kita cukup menggunakan 1 Mangle saja, simpel kan? :D

/ip firewall mangle

add action=mark-packet chain=forward comment=Donlotan disabled=no \

    layer7-protocol=donlotan new-packet-mark=paket-donlot passthrough=no protocol=tcp


3. Silakan cek apakah script tadi berhasil dieksekusi menjadi setingan atau tidak.
Cek Setingan Layer 7 protocol : IP --> Firewall --> Layer7 Protocol
Cek Setingan Mangle : IP --> Firewall --> Mangle
4. Selanjutnya buat limit bandwidth nya dengan Queue. 
Queue Type : Masuk ke Queue --> Queue Types --> add
- Beri nama limit dl
- Kind : pcq
- Rate : 64k (silakan sesuaikan dengan keinginan berapa max speed download nya)
jika diisi 64k, maksudnya membatasi kecepatan download 64 kbps dibagi 8 --> 8 KB/s
jika ingin lebih tinggi bisa saja diisi 256k sehingga throughput : 256/8 = 32 KB/s
NB : ingat 1 byte = 8 bit
Silakan diisi sesuai keinginan anda.
- Setingan lainnya biarkan saja, lihat gambar berikut ini :
Queue Tree : masuk ke Queue --> Queue Tree --> add
- Beri nama : Limit Download
- Parent : global (Router OS saya versi 6, cuma ada satu parent global)
- Packet Marks : paket-donlot
- Queue Type : limit dl
- Max Limit : 64k (Sesuaikan dengan kebutuhan anda)
Anda juga bisa memanfaatkan fitur Limit At, silakan baca disini untuk penjelasan lebih lengkap :
5. Setingan selesai. Jadi setingan di atas membatasi bandwidth download sebesar 64kbps = 8KB/s.
6. Coba cek apakah setingan sudah benar dengan melakukan tes download file :
Sebelum menggunakan Limit Download :
Setelah menggunakan Limit Download :

Oke, demikianlah Tutorial Bandwidth Mikrotik : Limited Download, Unlimited Browsing Menggunakan Layer 7 Protocol. Silakan anda praktekan sesuai dengan kondisi jaringan anda. Selamat mencoba :)

Setting Auto shutdown mikrotik dengan winbox

Cara Seting Auto Shutdown Mikrotik Menggunakan Winbox

Ada kalanya disaat-saat tertentu kita ingin mematikan Mikrotik secara otomoatis tanpa perlu repot-repot mengakses Mikrotik nya dulu kemudian baru di shutdown. Hal tersebut dapat kita lakukan dengan memanfaatkan fitur script dan schedule pada Mikrotik untuk membuat metode Auto Shutdown Mikrotik. Dengan bantuan kedua fitur ini kita bisa mematikan Mikrotik pada jam dan waktu yang kita inginkan.
Jadi Skenario nya seperti ini :
Saya punya Mikrotik RB951U-2HnD untuk hotspot via modem smartfren di kos. Mikrotik ini cuma dipakai dari jam 6 sore (pulang kerja) hingga 6.40 pagi (berangkat kerja). Karena pas kerja, mikrotik saya bawa ke kantor buat hotspotan. Di kantor Mikrotik beroperasi dari jam 7.30 pagi hingga jam 5 sore. Jadi disini saya ingin membuat Mikrotik shutdown otomatis pada pukul 06.40 dan 17.00. Untuk tau lebih lanjut, silakan simak caranya.
Caranya adalah sebagai berikut :
1. Login ke Mikrotik via Winbox
2. Buka menu System --> Scripts --> Tembahkan Script Baru
> Beri nama Script nya, misal autoshutdown
> Masukkan script berikut pada kolom Source:
system shutdown
3. Untuk menjalankan Script Auto Shutdown secara otomatis tiap harinya, buka menu System --> Scheduler --> Tambahkan schdule baru
> Beri nama schedule nya.
> Start Date : isi tanggal kapan script ini akan mulai dieksekusi
> Start Time : Jam berapa script akan dieksekusi
> Interval : berapa selang waktu (interval) script ini akan dieksekusi lagi (1d = 1 hari = 24 jam)
> On Event : nama script yang sudah dibuat dan akan di eksekusi
4. Script autoshutdown dapat dieksekusi lebih dari sekali. Caranya tinggal tambahkan lagi saja Schedule nya dengan seting waktu yang berbeda.
Oke, silakan anda coba dan praktekkan Tutorial Cara Seting Auto Shutdown Mikrotik Menggunakan Winbox ini. Semoga bermanfaat :)

Menambah cache proxy mikrotik dengan Flashdisk

Menambah Cache Proxy Mikrotik Menggunakan USB Flashdisk

Salah satu fitur dari Mikrotik adalah Web Proxy. Namun, jika menggunakan web proxy internal Mikrotik, kadang kurang maksimal karena ukuran cache drive internal nya terbatas, menyesuaikan ukuran memori internal Mikrotik nya. Jika anda menggunakan PC sebagai Mikrotik, bisa memanfaatkan harddisk nya untuk ditambahkan sebagai cache drive web proxy Mikrotik. Namun, jika Mikrotik nya berupa Router Board tidak bisa dilakukan. Tapi jangan khawatir, pada Router Board tipe-tipe tertentu yang sudah mendukung port USB bisa ditambahkan memori external sebagai cache drive web proxy Mikrotik.
Nah, kali ini saya akan membahas tentang penggunaan memori external USB berupa Flashdisk / Harddisk external sebagai cache drive tambahan pada Web Proxy Mikrotik yang support port USB. Ada beberapa tipe Router Board yang sudah support USB, seperti RB750UP, RB751U-2HnD, RB951Ui-2HnD, dsb. Dalam hal ini saya menggunakan RB951Ui-2HnD dan USB Flashdisk 8 GB sebagai cache drive Web Proxy.
Sebelumnya, pastikan web proxy anda sudah diaktifkan. Jika belum, silakan baca tutorial berikut ini :
Jika sudah, silakan siapkan Router Board anda dan sebuah USB Flashdisk. Anda juga bisa menggunakan hard disk external, tapi pastikan tidak ada data penting yang ada di dalamnya. Karena USB ini harus di format ulang dulu oleh Mikrotik agar dapat digunakan.
1. Colokan USB Flashdisk ke port USB RouterBoard anda
2. Nyalakan Mikrotik RouterBoard anda
3. Buka Winbox, masuk ke menu System --> Stores --> Masuk tab Disks --> Pilih USB nya --> Klik Format Drive. 
Jika berhasil maka status USB drive nya akan berubah menjadi Ready
4. Pindah ke tab Store --> Klik [+] 
> Beri nama terserah
> Type : web-proxy
> Disk : pilih usb1
> centang Acrivate
> Ok
5. Coba cek di menu Web Proxy : IP --> Web Proxy --> Cek bagian Cache Drive seharusnya sudah berubah dari system ke usb1
6. Cek di tab Status, Jika web proxy sudah digunakan seharusnya Cache Used nya akan mulai dari 0 lagi dan terus bertambah ketika digunakan browsing.
Nah, sekarang memori yang digunakan untuk menyimpan cache Web Proxy Mikrotik sudah bertambah besar. Jadi akan lebih banyak file yang bisa ditampung di cache proxy nya. 
Semoga bermanfaat :)

Blokir Situs Dengan web proxy mikrotik

Cara Memblokir Situs Menggunakan Web Proxy MikroTik

Web Proxy Mikrotik memiliki beberapa fungsi, salah satunya yaitu fungsi filtering. Fitur Filtering Web Proxy ini dapat membatasi akses konten-konten tertentu yang di-request oleh client. Anda dapat membatasi akses ke situs tertentu, ekstensi file tertentu, melakukan redirect (pengalihan) ke situs lain, maupun pembatasan terhadap metode akses HTTP. Hal tersebut tidak dapat anda lakukan jika hanya menggunakan NAT. Penjelasan selengkapnya tentang Web Proxy Mikrotik ada disini :
Selanjutnya kita akan coba memblokir sebuah situs tertentu menggunakan fitur filtering Web Proxy ini. Pastikan Transparent Web Proxy Mikrotik sudak aktif. Jika belum silakan anda seting sesuai tutorial berikut ini :
Jika Transparent Web Proxy sudah aktif, kita mulai langkah-langkah Cara Memblokir Situs Menggunakan Web Proxy MikroTik berikut ini :

1. Login ke Mikrotik dengan Winbox
2. Masuk ke menu IP --> Web Proxy --> Access --> Add rule baru



3. Masukkan detail website yang mau di blok
> Dst. Port : isikan port http 80
> Dst. Host : isikan alamat website yang mau di blok misalnya www.rizkyagung.com
> Action : pilih deny untuk memblokir akses nya


4. Sebelum rule nya diaktifkan pastikan cek website yang mau di blok itu bisa dibuka apa tidak.



5. Aktifkan rule nya, dan cek apakah website sudah berhasil di blokir. Jika sukses maka akan tampil halaman error seperti ini :



6. Kita juga bisa memodifikasi rule nya dengan me-redirect ke situs lain. Misalnya ketika ada user yang mengakses web www.rizkyagung.com maka akan langsung dialihkan (redirect) ke blog ini MikrotikIndo.blogspot.com. 
Tinggal isikan saja alamat website nya di kolom Redirect To :

Oke, silakan anda coba dan isikan website apa saja yang mau diblokir. Selamat mencoba Cara Memblokir Situs Menggunakan Web Proxy MikroTik ini :)

Cegah Client Ganti DNS secara Manual

Cara Mencegah Client Mengganti DNS secara Manua

Bagaimana cara mencegah client mengganti DNS manual misal ke 8.8.8.8? Pertanyaan ini ada pada artikel sebelumnya yakni : Cara Mudah Memblokir Situs-situs Dewasa dengan DNS di Mikrotik. Nah pada artikel kali ini saya akan coba menjawab nya dan memberikan solusi mencegah client mengganti DNS secara manual menggunakan Mikrotik.
Sebenarnya lebih tepat kalau kita sebut "Memaksa" Client menggunakan DNS Mikrotik. Karena siapapun bisa saja merubah setingan DNS di PC nya masing-masing. Nah, hal yang akan kita lakukan ini adalah memaksa client tersebut untuk menggunakan DNS kita walaupun DNS di PC nya sudah dirubah misal ke 8.8.8.8. Gimana caranya? Simak tutorial berikut :
Tutorial Cara Mencegah Client Mengganti DNS secara Manual :
1. Login ke Mikrotik via Winbox 
2. Masuk ke menu IP --> Firewall --> NAT --> Add --> 
- Pada tab General : 
==> Chain : dstnat
==> Protocol : 17 (udp)
==> Dst. Port : 53
- Pada tab Action :
==> Action : Redirect
==> To Ports : 53
3. Coba anda cek di PC, ganti DNS ke manual misal 8.8.8.8 dan akses situs yang harusnya diblokir.
4. Jika masih bisa, coba flush dulu DNS Cache nya di Mikrotik dan PC nya
Oke, selamat mencoba tutorial Cara Mencegah Client Mengganti DNS secara Manual ini ya. Semoga sukses :)

Memblokir Pengguna web proxy external

Cara Memblokir Penggunaan Web Proxy External di Mikrotik

Web Proxy external dapat digunakan untuk mem-bypass firewall dan membuka situs yang tadinya diblokir. Hal ini tentunya bisa bikin kita gigit jari, ketika sudah susah payah bikin sistem dengan firewall untuk memblokir situs macam-macam, ternyata client menggunakan proxy untuk mem-bypass firewall nya. Cape deh.. 
Nah, supaya client tidak bisa menggunakan proxy external untuk mem-bypass firewall, kita perlu memblokir penggunaan web proxy external dengan menggunakan Mikrotik. Caranya dengan membuat rule firewall mikrotik yang memblokir penggunaan port proxy. Hal ini dapat mencegah user/client untuk menggunakan proxy.
Ok, langsung saja ya ikuti Cara Memblokir Penggunaan Web Proxy External di Mikrotik berikut ini :
1. Jika anda menggunakan web proxy internal di Mikrotik, pastikan port nya diganti ke port yang tidak biasa dipake proxy, misalnya port 88
2. Jika anda menggunakan mode transparent proxy, pastikan port redirect nya juga sudah diganti ke port baru, misalnya port 88
3. Buat rule firewall baru dengan melakukan "drop" semua port yang digunakan oleh proxy. Anda bisa copy - paste script berikut ini di terminal :
/ip firewall filter
add action=drop chain=forward comment="Blokir Proxy Port #1" dst-port=\
    3128,54321,6515,6666,8000,8001,8008,808,8080,8081,8088 protocol=tcp \
    src-address=0.0.0.0/0
add action=drop chain=forward comment="Blokir Proxy Port #2" dst-port=\
    8090,81,8118,8181,82,83,84,85,86,8888,8909,9000,9090 protocol=tcp \
    src-address=0.0.0.0/0
4. Jika anda menemukan port lain yang digunakan proxy, silakan ditambahkan sendiri ya.
5. Berikut contoh penggunaannya ketika saya mencoba membuka sebuah web yang diblokir :
=> Sebelum menggunakan proxy
=> Menggunakan proxy
=> Setelah port proxy di "drop"
Nah, jadi dengan trik ini kita bisa mencegah user/client untuk menggunakan proxy selama port proxy yang mereka gunakan sudah masuk ke daftar blokir. 
Oke, demikianlah tutorial mikrotik tentang Cara Memblokir Penggunaan Web Proxy External di Mikrotik. Silakan dicoba dan semoga bermanfaat :)

Export & Import Konfigurasi Mikrotik

Cara Export & Import Konfigurasi/Setingan Mikrotik

Bedanya Export - Import dengan Backup - Restore :
1. File hasil backup tidak bisa dibuka di notepad PC, sedangkan file hasil export bisa.
2. File hasil export berisi script konfigurasi/setingan Mikrotik yang dapat langsung di copy-paste dan dieksekusi di terminal Mikrotik.
Jadi, fitur Export ini dapat digunakan untuk melihat konfigurasi Mikrotik dalam bentuk script (command line). File ini juga bisa digunakan untuk import konfigurasi Mikrotik, sama halnya dengan fungsi Backup - Restore Mikrotik.
Cara Export & Import Konfigurasi/Setingan Mikrotik sebagai berikut :
1. Buka terminal  masukkan command berikut :
export file=namafile
Ganti namafile sesuai keinginan anda.
Selain itu kita juga bisa melakukan export untuk konfigurasi spesifik, misal mau export konfigurasi firewall saja jadi command nya gini :
ip firewall export file=namafile
2. Hasil file export nya tersimpan di file, coba lihat dengan command 
file print
3. Untuk meng-copy file konfigurasi tersebut, buka menu file --> pilih file konfigurasi mana saja yang mau di-copy --> klik tombol copy di toolbar --> masuk ke folder Windows Explorer --> Paste di folder mana terserah anda.
4. Extensi file export ini adalah .rsc. Kita bisa membuka file ini dengan notepad.
5. Jika ingin meng-import file konfigurasi ini buka terminal --> ketikkan command :
import file-name=namafile
Oke, demikianlah tutorial mikrotik tentang Cara Export & Import Konfigurasi/Setingan Mikrotik.
Semoga bermanfaat :)

Blokir Port virus di mikrotik menggunakan firewall

Memblokir Port Virus di Mikrotik Menggunakan Firewall

 
 
 
Penyebaran virus dan malware di jaringan dapat terjadi jika kita tidak selektif dalam mengaktifkan port apa saja yang digunakan. Untuk mengamankan jaringan dari penyebaran virus dan malware, kita dapat menutup port komunikasi yang tidak digunakan dan rentan dimanfaatkan oleh virus. Caranya dengan menggunakan rule firewall Mikrotik untuk men-drop paket yang masuk ke port yang tidak digunakan.

Caranya sangat mudah, silakan anda copy paste command berikut ini ke terminal Mikrotik :


/ ip firewall filter
add chain=virus protocol=tcp dst-port=135-139 action=drop comment="Blaster Worm"
add chain=virus protocol=udp dst-port=135-139 action=drop comment="Messenger Worm"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=445 action=drop comment="Blaster Worm"
add chain=virus protocol=udp dst-port=445 action=drop comment="Blaster Worm"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=593 action=drop comment="________"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1024-1030 action=drop comment="________"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1080 action=drop comment="Drop MyDoom"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1214 action=drop comment="________"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1363 action=drop comment="ndm requester"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1364 action=drop comment="ndm server"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1368 action=drop comment="screen cast"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1373 action=drop comment="hromgrafx"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1377 action=drop comment="cichlid"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=1433-1434 action=drop comment="Worm"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2745 action=drop comment="Bagle Virus"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2283 action=drop comment="Dumaru.Y"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2535 action=drop comment="Beagle"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=2745 action=drop comment="Beagle.C-K"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=3127-3128 action=drop comment="MyDoom"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=3410 action=drop comment="Backdoor OptixPro"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=4444 action=drop comment="Worm"
add chain=virus protocol=udp dst-port=4444 action=drop comment="Worm"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=5554 action=drop comment="Drop Sasser"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=8866 action=drop comment="Drop Beagle.B"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=9898 action=drop comment="Drop Dabber.A-B"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=10000 action=drop comment="Drop Dumaru.Y"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=10080 action=drop comment="Drop MyDoom.B"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=12345 action=drop comment="Drop NetBus"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=17300 action=drop comment="Drop Kuang2"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=27374 action=drop comment="Drop SubSeven"
add chain=virus protocol=tcp dst-port=65506 action=drop comment="Drop PhatBot,Agobot, Gaobot"
add chain=virus protocol=udp dst-port=12667 action=drop comment="Trinoo" disabled=no
add chain=virus protocol=udp dst-port=27665 action=drop comment="Trinoo" disabled=no
add chain=virus protocol=udp dst-port=31335 action=drop comment="Trinoo" disabled=no
add chain=virus protocol=udp dst-port=27444 action=drop comment="Trinoo" disabled=no
add chain=virus protocol=udp dst-port=34555 action=drop comment="Trinoo" disabled=no
add chain=virus protocol=udp dst-port=35555 action=drop comment="Trinoo" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=27444 action=drop comment="Trinoo" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=27665 action=drop comment="Trinoo" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=31335 action=drop comment="Trinoo" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=31846 action=drop comment="Trinoo" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=34555 action=drop comment="Trinoo" disabled=no
add chain=virus protocol=tcp dst-port=35555 action=drop comment="Trinoo" disabled=no
add action=drop chain=forward comment=";;Block W32.Kido - Conficker" disabled=no protocol=udp src-port=135-139,445
add action=drop chain=forward comment="" disabled=no dst-port=135-139,445 protocol=udp
add action=drop chain=forward comment="" disabled=no protocol=tcp src-port=135-139,445,593
add action=drop chain=forward comment="" disabled=no dst-port=135-139,445,593 protocol=tcp
add action=accept chain=input comment="Allow limited pings" disabled=no limit=50/5s,2 protocol=icmp
add action=accept chain=input comment="" disabled=no limit=50/5s,2 protocol=icmp
add action=drop chain=input comment="drop FTP Brute Forcers" disabled=no dst-port=21 protocol=tcp src-address-list=FTP_BlackList
add action=drop chain=input comment="" disabled=no dst-port=21 protocol=tcp src-address-list=FTP_BlackList
add action=accept chain=output comment="" content="530 Login incorrect" disabled=no dst-limit=1/1m,9,dst-address/1m protocol=tcp
add action=add-dst-to-address-list address-list=FTP_BlackList address-list-timeout=1d chain=output comment="" content="530 Login incorrect" disabled=no protocol=tcp
add action=drop chain=input comment="drop SSH&TELNET Brute Forcers" disabled=no dst-port=22-23 protocol=tcp src-address-list=IP_BlackList
add action=add-src-to-address-list address-list=IP_BlackList address-list-timeout=1d chain=input comment="" connection-state=new disabled=no dst-port=22-23 protocol=tcp src-address-list=SSH_BlackList_3
add action=add-src-to-address-list address-list=SSH_BlackList_3 address-list-timeout=1m chain=input comment="" connection-state=new disabled=no dst-port=22-23 protocol=tcp src-address-list=SSH_BlackList_2
add action=add-src-to-address-list address-list=SSH_BlackList_2 address-list-timeout=1m chain=input comment="" connection-state=new disabled=no dst-port=22-23 protocol=tcp src-address-list=SSH_BlackList_1
add action=add-src-to-address-list address-list=SSH_BlackList_1 address-list-timeout=1m chain=input comment="" connection-state=new disabled=no dst-port=22-23 protocol=tcp
add action=drop chain=input comment="drop port scanners" disabled=no src-address-list=port_scanners
add action=add-src-to-address-list address-list=port_scanners address-list-timeout=2w chain=input comment="" disabled=no protocol=tcp tcp-flags=fin,!syn,!rst,!psh,!ack,!urg
add action=add-src-to-address-list address-list=port_scanners address-list-timeout=2w chain=input comment="" disabled=no protocol=tcp tcp-flags=fin,syn
add action=add-src-to-address-list address-list=port_scanners address-list-timeout=2w chain=input comment="" disabled=no protocol=tcp tcp-flags=syn,rst
add action=add-src-to-address-list address-list=port_scanners address-list-timeout=2w chain=input comment="" disabled=no protocol=tcp tcp-flags=fin,psh,urg,!syn,!rst,!ack
add action=add-src-to-address-list address-list=port_scanners address-list-timeout=2w chain=input comment="" disabled=no protocol=tcp tcp-flags=fin,syn,rst,psh,ack,urg
add action=add-src-to-address-list address-list=port_scanners address-list-timeout=2w chain=input comment="" disabled=no protocol=tcp tcp-flags=!fin,!syn,!rst,!psh,!ack,!urg
Hasilnya akan jadi seperti ini :


Nah, sekarang kita sudah berhasil Memblokir Port Virus Menggunakan Firewall di Mikrotik.
Semoga bermanfaat :)

Membangun FTP di windows 7

Membangun FTP server pada Windows 7

Seringkali kita melakukan transfer file baik itu dari server ke komputer lokal atau dari komputer lokal ke komputer server atau bahkan antar server. Jika anda seorang yang akrab dengan web hosting tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya FTP Server, dimana untuk dapat mengupload dan mendownload file-file website pelanggan biasanya penyedia Web hosting menggunakan FTP service ini.
FTP server adalah sebuah server yang menjalankan aplikasi untuk memberikan layanan download dan upload file antar jaringan (TCP/IP) yang memanfaatkan File Tranfers Protocol (FTP). FTP merupakan protocol standar untuk melakukan tukar menukar file dalam jaringan yang berjalan pada lapisan aplikasi dari 7 lapisan OSI Network (http://id.wikipedia.org/wiki/Model_OSI). Untuk dapat mengakses FTP server dibutuhkan sebuah aplikasi FTP Client seperti FileZilla, WS_FTP, Cute_FTP dll atau paling sederhana dengan menggunakan Browser.
Perlu di ingat!, FTP sebenarnya tidak aman untuk melakukan tukar menukar file antar jaringan karena tidak adanya proses enkripsi terlebih dahulu. FTP dalam melakukan tranfer data menggunakan metode Clear Text yang mana user, password dan data yang anda kirim dapat dengan mudah untuk di intip (sniff) oleh sebuah progam aplikasi seperti protocol analyzer misalnya WireShark. Meskipun begitu ada cara lain yang dapat di gunakan untuk membuat proses tukar menukar file dengan menggunakan FTP menjadi aman, yaitu dengan menggunakan SFTP (SSH FTP) yaitu FTP berbasis SSH atau juga dengan FTPS yaitu FTP yang di bungkus dengan protocol SSL ( FTP Over SSL).
Selain di gunakan untuk mengupload dan mendownload website ke sebuah web hosting server, FTP server juga banyak di fungsikan untuk keperluan sharing file atau juga pusat data di dalam perusahaan-perusahaan. Pada artikel kali ini penulis akan membahas bagaimana membangun FTP server dengan menggunakan Windows 7 tanpa membutuhkan aplikasi tambahan (3rd party).
Berikut langkah-langkah untuk membangun FTP server pada Windows 7.
1. Buka Control Panel, dari Menu Start pilih Control Panel.
2. Pada jendela Control Panel pilih Progrmas.
clip_image001
3. Kemudian pilih Turn Windows features on off.
clip_image002
4. Muncul jendela Windows Feature, expand Internet Informations Services kemudian centang pada FTP server, FTP Extensibility dan FTP Services lalu klik tombol OK. Tunggu proses samapai selesai, proses instalsi akan berlangsung beberapa lama.
clip_image003
5. Setelah FTP server terinstall selanjutnya memanggil FTP manager, FTP manager untuk FTP server manjadi satu dengan Internet Information Services. Untuk membukan Internet Information Services manager ketikan IIS pada Instant Search kemudian pilih Internet Information Services (IIS) Manager.
clip_image004
6. Untuk membuat FTP Site klik kanan pada Site kemudian pilih Add FTP site. Anda bisa membuat beberapa FTP site dalam sebuah FTP server, yang memungkinkan setiap pengguna mempunyai satu site sendiri-sendiri atau satu site untuk beberapa orang dan juga satu pengguna dapat mengakses beberapa site, tergantung permisi yang anda berikan.
clip_image005
7. Muncul jendala Site Information, ketikan nama site misal MUGI kemudian pilih Physical path untuk folder rootnya misal C:\FTP-DATA lalu klik Next.
clip_image007
8. Muncul jendela Binding and SSL Seting, isikan IP address sesuai dengan IP komputer ini (FTP server) 10.10.10.10 kemudian tentukan portnya secara default menggunakan port 21. Jangan lupa centang Start FTP site automatically supaya FTP server di jalankan secara otomatis setelah FTP Site di buat. Kemudian pada SSL pilih Allow SSL yang artinya bisa tidak menggunakan SSL atau dengan menggunakan SSL, jika harus menggunakan SSL pilih Required SSL. Mungkin untuk pilihan terakhir ini bisa di bahas pada artikel selanjutnya. Lalu klik tombol Next.
clip_image009
9. Muncul jendela Authentication and Authorization pada bagian Autentication pilih Basic. Kemudian pada Authorization pilih Specified user, kemudian pada kolom user ketikan nama user sebagai contoh Chelsea (Windows User).
clip_image010
All users : memberikan permisi pada semua user yang ada pada komputer tersebut (tidak untuk anonymous user)
Anonymous users : memberikan permisi pada semua user (siapa saja)
Specified role or user groups : memberikan permisi berdasarkan role atau berdasarkan group user.
Specified users : memberikan permisi pada user terntentu.
Selanjutnya pada permissions, sebagai contoh pilih opsi Read dan Write lalu klik tombol Finish.
clip_image012
10. Setelah proses pembuatan Site selesai selanjutnya kita coba untuk mengakses dari Client, pada contoh ini penulis mengakses dari komputer Windows XP dengan ip address 10.10.10.8. Buka Internet Explorer kemudian ketikan ftp://10.10.10.10 (ip address FTP server) lalu enter, muncul jendela Log On as masukan username dan password, karena di awal kita memberikan permisi untuk user Chelsea, masukan Username Chelsea berserta dengan passwordnya. Lalu klik Log On.
clip_image014
11. Oke kita berhasil login, selanjutnya kita dapat melakukan proses download atau upload.
clip_image015
clip_image016
12. Penulis mencoba melakukan upload 2 file music dan ternayata berhasil, sesuai dengan permisi yang kita berikan sebelumnya barik untuk Read dan Write.
clip_image017
13. Untuk lebih memudahkan proses tukar menukar data anda dapat menggunakan aplikasi FTP Client seperti FileZilla, WS_FTP, Cute_FTP dll.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Tekajehiji Katapang - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger